Cara Ternak Belut Mulai Dari Pembuatan Kolam, Bibit Belut, Serta Pemberian Pakan

1. Jenis Kolam Belut

a. Kolam Permanen

cara ternak lele di kolam tembok

 

Kolam permanen tidak membutuhkan biaya untuk periode jangka panjang, bisa di gunakan sampai dengan puluhan tahun. Namun yang menjadi kendala adalah biaya untuk membuat kolam batu bata demikian, tentu tidak sedikit, kita perlu beli semen, batu bata (Batako, bataringan), di tambah lagi dengan upah buruh.

Untuk tinggi kolam bisa di sesuaikan dengan lokasinya, tinggi 1 meter itu sudah bagus. Untuk ukuran kolam permanen fleksibel bisa di sesuaikan dengan lokasi. 3×3 meter, 5×5 meter, 5x 10 meter. Kolam tetap di buatkan sistem pembuangan, agar mudah mengganti airnya. Untuk siklus lama penggantian itu bisa di lihat dari kualitas air, jika ia agak sedikit mengental maka saatnya untuk membuangnya dan menggantinya dengan yang baru, sebab kotoran belut berlendir.

Atau bisa juga menggali tanah, dan dindingnya kita semen. Dan pada permukaannya kita buat lebih dari permukaan tanah beberapa centi meter.  Adapun untuk, pembuangan nantinya kita menggunakan sedotan air.

Lubang pembuangan sebaiknya di simpan di tengah tengah kolam, agar pembuangan kotoran bisa merata. Jadi bagian tengah kolam di buat lebih rendah dari pada di pinggir.

Sebelum di gunakan sebaiknya bau semen di hilangkan dengan cara memasukkan daun kelapa atau daun pisang sampai memenuhi separuh dari kedalaman kolam lalu masukkan air sampai memenuhi kolam, lalu diamkan sampai kurang lebih 2-4 minggu.

Itulah cara sederhana membuat kolam belut sebagai salah satu cara ternak belut di sekitar rumah untuk pemula.

Tapi apabila Belum memiliki pengalaman dan prosep yang jelas mengenai usaha belut ini secara pasti di lingkungannya, maka sebaiknya gunakan saja media ternak yang tidak terlalu banyak dana. seperti kolam terpal

Baca juga : Peluang usaha ternak yang potensial di tahun ini

b. Kolam Terpal

cara ternak lele menggunakan terpal

Modelnya juga kurang lebih sama dengan kolam permanen, tetap di buatkan pembuangan air di bagian tengahnya, dengan bentuk mengerucut ke bawah. Sebenarnya bisa juga sih menggunakan dinamo untuk sedot air. Tapi hal ini tentu lebih repot di bandingkan dengan sistem center drain. Kalau center drain kita hanya perlu mencabut penutup pipa pembuangan. Dan menutupnya kembali sebelum airnya habis, dan menggantinya kembali dengan air baru.

Ukurannya bisa menggunakan terpal 3 x 4 x 1 meter, bambu yang di potong 8-10 cm, serta siapkan paku, pengikat tali plastik, penahan,

Cara membuat kolam terpal untuk belut bisa menggali tanah dengan kedalaman kurang lebih 70 cm, ukuran panjang dan lebar di sesuaikan dengan ukuran terpal dan lokasi yang ada. Diamkan sampai dengan 1 minggu lalu masukkan terpal dengan menggunakan bambu atau penahan yang mengelilingi pinggirnya, setelah itu masukkan tanah atau lumpur kering dengan ketebalan sampai dengan 3 cm dari dasar terpal, lalu masukkan air dengan tinggi 30 cm, lanjut dengan penaburan benih pada kolam, jumlahnya bisa di sesuaikan dengan ukuran kolam, yaitu 50-100 ekor per meter perseginya.

Baca juga : Cara ternak lele di kolam terpal

c. Kolam Drum

cara ternak belut menggunakan drum bekas

Drum bisa menjadi salah satu alternatif dalam membuat kolam belut, selain kita bisa menghemat biaya. Pertumbuhan dan perkembangan belut menggunakan media drum juga tidak di ragukan. Sudah ada yang berhasil menjalankan usaha ternak belut dengan media drum dan berhasil meraup keuntungan yang banyak.

Tentu ada beberapa tips yang bisa di lakukan agar kita berhasil membudidayakan belut di drum, pertama kita harus merakit drum menjadi sebuah kolam yang layak bagi lele. Caranya bersihkan bagian dalam isi drum, buat lubang memanjang dalam drum, letakkan drum di permukaan yang rata dan sebaiknya di ganjal dengan kayu atau balok di kedua sisi bagian bawahnya agar drum terkunci dan di pastikan benar-benar tidak terguling.

Jika selesai, buat juga saluran kecil di bawah drum agar air pembuangan dari drum bisa mengalir dan tidak membanjiri bagian bawah kolam, yang terakhir letakkan drum pada daerah yang teduh agar belut tidak mati kepanasan.

Nah, sekarang yang paling pokok, setelah semua tahap pembuatan kolam dari drum diatas sudah beres, Maka selanjutnya, kita masuk pada media yang di gunakan pada drum tersebut. Media yang di gunakan ini sifatnya sangat mendukung bagi pertumbuhan belut. Tanpa ini, sulit bagi belut berkembang dengan baik. Ada beberapa komposisi yang perlu di lakukan.

Sebagaimana kita ketahui bahwa belut merupakan hewan yang hidup di lingkungan berair yang berlumpur. Oleh sebab itu, belut kerap di temukan di sawah dan di rawa. Namun saat ini, untuk di sawah sendiri belut sudah langka, sebab penggunaan pupuk pestisida dan racun tanaman yang menyebabkan populasi belut di sawah berkurang.

Untuk itu, drum yang di gunakan perlu di desain sedemikian rupa agar medianya bisa nampak alami. Untuk itu kita perlu menggunakan lumpur kering, jerami padi pupuk TSP, kompos serta mikroorganisme starter,

Pertama drum di lapisi dengan jerami dengan ketebalan 50 cm, lalu taburi jerami tersebut dengan mikroorganisme 1 liter per drumnya. lalu tambahkan kompos di atasnya dengan ketebalan kurang lebih 5 cm, dan sebagai penutup lumpur kering yang telah di campur dengan pupuk TSP 5 kg dengan volume ketebalan 25 cm.

Setelah semua media di atas di masukkan satu demi satu dengan takaran sesuai dengan di atas, selanjutnya tinggal masukkan air secukupnya atau tingginya kurang lebih 15 cm, lalu diamkan selama kurang lebih 14 hari atau 2 minggu agar proses fermentasi berjalan optimal.

Jika semuanya sudah beres, tinggal masukkan belutnya.

Baca juga : Cara beternak kambing

Kriteria Memilih Bibit Belut Budidaya

  • Pilih belut yang memiliki ukuran sama yaitu Pilih ukuran 10-12 cm, untuk meminimalisir terjadinya proses saling memakan atau kanibalisme di antara belut itu.
  • Permukaan licin dan mengkilap
  • Pilih belut yang lincah, dan gesit. Belut yang banyak gerak mengindikasikan bahwa belut itu sehat.
  • Tidak ada cacat yang nampak secara fisik

 

Pemberian Pakan Pada Belut

Jika media kolam serta cara memilih bibit belut telah kita pahami, maka terakhir yang perlu di ketahui dalam cara ternak belut adalah pemberian pakan. Takarannya yaitu 5-20% dari berat belut per hari. Jenisnya bisa menggunakan bekicot, cacing tanah, kecebong, keong mas, ikan kecil yang sebelumnya di caca terlebih dahulu.

 

Demikianlah panduan cara ternak belut yang perlu di ketahui oleh kita yang ingin menjalankan budidaya ini agar menghasilkan. Masa ternak 3-4 bulan baru bisa di panen agar menghasilkan belut yang besar dan daging kenyal.

Baca juga : peluang usaha ternak yang menguntungkan dalam waktu singkat


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.