bisnis toko kelontong

Sharing Pengalaman Cara Kelola Bisnis Toko Kelontong – Ala Khaer

Bisnis Toko Kelontong – Sebagi pemilik usaha kelontong tentu menginginkan agar usahanya laris dan bisa memberikan keuntungan yang besar. Usaha campuran yang sering juga idsebut sebagai usaha kelontongan memiliki margin keuntungan yang lumayan besar, paling rendah keuntungan menurut pengamatan saya, dan saya sendiri sebaga pelaku bisnis usaha campuran paling rendah 15 % kecuali rokok dan pulsa.

Mungkin ada yang bertanya dari mana dapat persentase laba seperti itu, Akan saya jelaskan perhitungan agar kita tahu dengan cepat keuntungan yang kita dapatkan dari menjalankan usaha rumahan ini. karena Ada juga yang memiliki jualan hanya menjual saja, ia tidak mengetahui berapa kisaran keuntungan didapat.

Tanpa mengetahui cara menghitung keuntungan dari sebuah bisnis, rasanya susah untuk mengembangkan usaha rumahan ini. Jangan sampai uang belanja dianggap sebagai keuntungan padahal itu adalah modal. Hal seperti ini tentu akan menghancurkan bisnis toko kelontong yang dimiliki. Terlebih modal usaha yang dimiliki terbatas.

Trik Sederhana Menjalankan Bisnis Toko Kelontong Agar Berkembang

1. Ketahui Cara Menghitung Laba Toko Kelontong

Tak ada salahnya saya cantumkan juga disini, karena perhitungan yang dipergunakan tidak menggunakan pembukuan atau sofware. Yang kita butuhkan hanya menghitung jumlah hasil jualan perhari lalu di kali dengan 15 %.  Karena ini adalah margin minimal dari bisnis toko kelontong pada umumnya, Misalnya saja Harga Indomie 1 Dos 75.000 di bagi 40 biji = 1.875 kita jual 2.500 maka margin keuntungan yang di dapat 2500-1875=625 : 2500 = 25 %.

Begitu semua hitungan semua jenis barang, kalau di rata-ratakan lebih dari 20 %. Tapi dalam hal ini kita ambil titik amannya 15 %. Jadi kalau dalam sehari omset kita sejuta berarti sudah ada 150.000 laba yang bisa disisihkan.

2. Utamakan Variasi jenis barang

Bisnis toko kelontong dirumah adalah salah satu peluang usaha modal kecil, dengan modal kurang dari 5 juta mestinya  usaha kelontong sudah bisa di jalankan, karena jenis barang yang dijual cukup fokus dengan kebutuhan yang paling sering orang beli   tidak perlu menyediakan stok banyak, lebih bagus kalau variasi barang lebih banyak dari pada, banyak stok tetapi ketika orang mau beli misalnya baterai jam tidak ada. Ini Berlaku ketika modal terbatas. Frekuansi jumlah beli barang pun akan meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *