Cara Top Up Pinjaman BRI Yang Wajib di Ketahui Oleh Nasabah

Bagaimana cara melakukan top up pinjaman di bank BRI ? Top Up di BRI di kenal dengan istilah suplesi yaitu suatu proses kredit dimana pinjaman yang sudah berjalan setengah di lakukan penambahan plafond. Atau kembali ke plafond awal. Misalnya awal pinjaman 25 juta, lalu berjalannya waktu sisa pinjaman menjadi 10 juta. Kita bisa kembali ke plafond awal menjadi 25 juta dan kita akan dapat fresh money pencairan sekitar 15 juta belum di kurangi biaya-biaya. Mungkin sekitar 13 jutaan kita terima.

Top Up Pinjaman bukan saja kembali ke plafond awal tetapi bisa di tingkatkan menjadi lebih tinggi. Misalnya plafond menjadi 50 juta. Tentu hal ini harus memenuhi syarat dan kriteria yang telah di tentukan oleh pihak BRI

Di kesempatan lalu, bisnisonlineusaharumahan.com telah memposting cara top up pinjaman KUR BRI. Kali ini temanya di khususkan pada top up pinjaman Kupedes. Sebab proses top up untuk kedua jenis pinjaman bri ini sangat berbeda.

cara top up pinjaman bri 2019 terbaru

Cara TOP UP Pinjaman BRI Khusus Kupedes 2019

Pinjaman di BRI di bedakan beberapa kategori, salah satunya adalah pinjaman Kupedes (kredit umum pedesaan). Untuk cara top up pinjaman kupedes ada beberapa poin yang perlu di perhatikan. Karena hal ini sedikit berbeda dengan top up pinjaman kur.

1 Kita tidak perlu atau tidak wajib melunasi sisa pinjaman. Cukup di bayar setelah dana sudah cair atau akan di potong oleh sistem.

2. Tidak perlu tambahan berkas, sepanjang semua dokumen masih berlaku dan jaminan masih mengcover. Jika tidak, kita wajib menyetor berkas terbaru, atau tambah jaminan jika plafond pengajuan lebih besar. Misalnya saja, Jika sebelumnya kita menyerahkan jaminan sertifikat tanah, maka otomatis kan ada PBB yang di lampirkan. Nah, PBB tersebut tiap tahun terbit, maka kita wajib menyerahkan PBB tahun terakhir jika sudah ada.

2. Adapun lama usaha, atau lama berjalannya kredit untuk dapat di top up, adalah minimal 6 bulan.

3. Riwayat pembayaran harus lancar, tidak di perkenankan bagi yang telat-telat bayar. Karena hal ini akan jadi pertimbangan petugas BRi untuk menyetujui permohonan.

4. Nilai jaminan harus mengcover plafond setelah top up. Jika pengajuan top up lebih tinggi, maka kita bisa menambahkan jaminan. Misalnya tambah BPKB atau sertifikat.

5. Tujuan penggunaan pinjaman untuk pengembangan usaha.

6. Tidak ada tambahan pinjaman di tempat lain. Kalau ada, kemampuan bayar harus lebih besar dari pada utang

7. Dana pinjaman di terima setelah di kurangi outstanding, lihat : Cara menghitung pelunasan kredit di percepat.

Itulah beberapa poin yang perlu di ketahui sebelum mengajukan tambahan atau top up pinjaman kupedes BRI 2019 yang wajib di ketahui. Inti dari di terima atau tidak permohonan adalah, di lihat dari riwayat pembayaran. Kalau lancar, maka besar kemungkinan itu akan di setujui. Sepanjang usaha berjalan normal, dan jaminan mengcover.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.