syarat menjadi agen pos indonesia serta berapa fee nya

Syarat Menjadi Agen Pos Indonesia Serta Berapa Komisi Yang Di Dapat ?

Syarat menjadi agen pos indonesia – Sudah 271 tahun, pos beroperasi di Indonesia. Tentu Bukan umur yang pendek. Kantor Pos didirikan pada tanggal 26 Agustus 1746 di Batavia oleh Gubernur Jenderal GW Baron Van Imhoff. Umur yang panjang tersebut, tentu sudah melewati berbagai tantangan dan rintangan dalam mengembangkan bisnisnya.

Di tambah lagi 10 tahun terakhir ini, di mana terjadi perubahan di segala sektor bisnis akibat perkembangan teknologi khususnya dunia internet sangat pesat, mau tidak mau kantor Pos harus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman jika ingin tetap survive. Dan hal tersebut sudah di buktikan oleh Pos Indonesia

Saat ini jaringan sudah mencapai 4.800 Kantorpos online. Dengan jumlah titik layanan (Point of Sales) mencapai 58.700 titik dalam bentuk Kantor pos, Agen pos, dan Mobile Postal Service.

Salah satu jaringan yang di kembangkan kantor pos dalam menyikapi perubahan dan tetap bertahan di tengah banyaknya kompetitor adalah membuka jaringan Agen Pos.

Baca juga : Peluang usaha agen BRI

Apa Itu Agen Pos ?

Agen Pos merupakan mitra dari PT. Pos Indonesia sendiri yang dapat memberikan layanan pos seperti kurir barang, juga di tambah dengan layanan pembayaran online, seperti bayar angsuran leasing, tagihan listrik pra bayar / pasca bayar, beli pulsa, PDAM, Speedy, Asuransi, sampai kepada online shop dan lain-lain

Yang menjadi agen pos tidak terbatas pada mereka yang berbadan usaha saja, tetapi perorangan pun bisa mengajukan menjadi agen pos.
Berapa komisi yang di dapat dari Agen Pos ?

Nah inilah yang paling penting di ketahui oleh seseorang yang ingin menjadi agen pos, yaitu komisi atau keuntungan yang di dapatkan. Kalau itu, menggiurkan kenapa tidak kita bergabung jadi bagian kantor pos !

Baca juga :

 

Komisi Agen Pos Indonesia

Mengenai komisi di bagi menjadi 4 kategori sesuai dengan jenis layanan yang di berikan

  • Komisi jasa kurir 20% dari satu kali transaksi pengiriman barang
  • Komisi Penjualan perangko sekitar 15%
  • Komisi transaksi pengiriman ekspress 18%
  • Untuk layanan pembayaran online, komisinya berkisar Rp. 500 – Rp. 2200 setiap kali transaksi.

Jadi dari sini kita bisa membuat hitung-hitungan berapa kira-kira keuntungan yang bisa kita dapatkan dalam satu bulan.

Misalnya, Dalam 1 bulan kita bisa mengorder 100 transaksi pengiriman barang, dengan asumsi 50. ribu tiap transaksinya. Maka total omset yang kita dapat 50.000 x 100 = 5.000.000 x 20% = 1.000.000.

Itu baru untuk jasa kurir, bagaimana dengan komisi lain, penjualan prangko, dan komisi PPOB ?

Tertarik ????

Lanjut halaman selanjutnya


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.