Pupuk Organik Untuk Pertanian Yang Lebih Berkualitas

Pupuk Organik Untuk Pertanian Dengan Hasil Yang Lebih Berkualitas
Info Publik

Pupuk Organik Untuk Pertanian Yang Lebih Berkualitas

http://bisnisonlineusaharumahan.com – Semenjak adanya revolusi hijau, pupuk organik semakin jarang digunakan, petani menjadi lebih ketergantungan pada penggunaan pupuk kimia.

Padahal, jika digunakan terlalu sering dan berlebihan produksi kimia justru akan berdampak negatif pada kualitas pertanian itu sendiri.

Untuk itu, upaya yang harus dilakukan agar pertanian bisa tetap terjaga dari efek samping yang ditimbulkan oleh pupuk kimia yang membuat hasil produksi pertanian tidak maksimal adalah dengan menggunakan pupuk organik kembali.

Dimana pupuk organik ini merupakan sisa-sisa dari makhluk hidup baik itu dari tumbuhan maupaun hewan. Pupuk organik juga dapat berbentuk pupuk padat maupun pupuk organik.

Selain lebih mudah didapatkan pupuk organik juga bisa lebih menjaga kealamian dari hasil pertanian.

Berikut jenis-jenis pupuk organik yang dapat digunakan untuk produksi pertanian.

Jenis-Jenis Pupuk Organik

1. PUPUK KANDANG

Pupuk kandang merupakan sisa dari hewan ternak yakni berupa kotoran.

Jenis hewan yang kotorannya bisa dijadikan pupuk adalah sapi, kambing, ayam juga burung walet.

Tentunya menggunakan pupuk berjenis ini mampu menjaga kealamian hasil tanaman yang nantinya akan dipanen.

2. PUPUK HIJAU

Pupuk hijau adalah pupuk berupa sisa-sisa dari tanaman panen, atau tanaman yang sengaja ditanam khusus untuk dijadikan pupuk.

Jenis tanamannya bisa digunakan berupa tanaman kacang-kacangan, tanaman paku, jambang, azola atau masih banyak lagi lainnya.

Utamakan dalam memilih jenis pupuk yakni memilih tanaman yang memiliki kadar unsur hara yang tinggi, karena unsur hara yang mudahnya terkomposisi mampu meningkatkan unsur organik di dalam tanah.

Serta dapat meningkatkan ketahann tanah terhadap erosi yang terjadi.

3. PUPUK KOMPOS

Pupuk kompos adalah sisa-sisa dari bahan organik berupa kompos yang berasal dari hewan, tanaman ataupun limbah organik yang telah diambil dari proses dekomposisi atau permentasi.

Jenis kompos tanaman yang sering digunakan yaitu jerami, tanaman pisang, gulma, sayuran busuk, sisa tanaman jagung dan juga serabut kelapa.

Untuk jenis kompos dari ternak yakni berupa urin, makanan ternak yg terbuang serta cairan biogasnya.

Sedangkan jenis kompos tanaman yang bisa digunakan yakni seperti ganggang biru, gulma biru, kecambah, dan eceng gondok.

4. HUMUS

Humus adalah pupuk hasil endapan tanah dari kotoran hewan ternak, sampah rumah tangga, limbah serta sisa-sisa produksi bahan alami lainnya.

Yang dimana humus ini bekerja untuk pembentukan sekaligus untuk menjaga struktur tanah, lahan pertanian.

Nah, itulah mengenai penjelasan Pupuk Organik serta Jenis-Jenisnya yang bisa anda gunakan untuk pertanian anda.

Pastinya jenis pupuk ini merupakan produksi alami sehingga tidak menimbulkan resiko besar yang dapat merusak pertumbuhan tanamannya.

Just dengan menggunakan pupuk alami para petani bisa lebih menjaga kualitas agar pertanian tetap lebih baik dan berkualitas tinggi.

Dapatkan selalu informasi terupdet, tips dan mengenai dunia usaha dan keuangan hanya di situs kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!