peluang usaha ternak ayam kampung

Peluang Usaha Ternak Ayam Kampung di Pedesaan Untung Melimpah

Ternak ayam kampung. Ayam kampung termasuk kedalam golongan ayam buras atau bukan ras, ada anggapan bahwa ternak ayam kampung sama dengan ternak ayam buras, padahal itu berbeda, ayam buras itu banyak macamnya termasuk ayam kampung, ayam Bangkok, ayam pelung, ayam arab, ayam kedu, ayam katai, ayam nunukan, ayam blenggek, ayam Gaok, dan Terakhir Ayam Samba. Sedangkan ayam ras termasuk ayam pedaging (ayam potong)/ayam broiler.

Ayam kampung sendiri berasal dari keturunan ayam hutan merah (gallus-gallus). Mulai di kenal sejak kerajaan Kutai, pada saat itu ayam kampung sering dijadikan upeti rakyat ke kerajaan, maka dari situ di mulailah rakyat memelihara ayam kampung.

Cara pemeliharaan ayam kampung yang ada di masyarakat itu ada 2 yaitu, sistem umbaran dan di budidaya. Sistem umbaran, ayam di biarkan lepas mencari makan sendiri disekitar rumah, tak ada pemeliharaan khusus, kandangpun terkesan dibuat asal-asalan. Sedangkan system budidaya, ayam betul-betul dipelihara dengan baik, disediakan kandang yang layak, Kontrol pakan terjaga. Maupun pemberian antibiotik, vitamin, dan obat-obatan.

Sistem Umbaran VS Sistem Budidaya

A. System umbaran

Kelebihan Sistem Umbaran, dapat meminimalisir biaya, karena ayam di biarkan mencari makan sendiri, baik itu sisa sisa makanan rumah tangga, maupun mencari makanan di tanah. Dan juga rerumputan, ayam terkesan lebih kebal dari penyakit, mungkin karena terbiasa dengan cuaca alam yang berubah-ubah.

Kelemahannya sistem umbaran, produktifitas ayam kurang, karena pasokan makanan tidak terjaga dan bermutu, Lambat dalam berkembang biak, karena anak ayam terkadang banyak mengalami kematiaan pada jenis ini, dan ayam terkadang dimangsa oleh predator yang lain. sistem umbaran juga dibutuhkan lahan atau pekarangan yang luas.

B. Sistem Budidaya

Kelebihan system budidaya, produktifitas dan populasi lebih tinggi di bandingkan dengan system umbaran. Ayam lebih cepat besar, lebih cepat bertelur, telurnya nanti dapat dimabil kemudian dierami oleh induk lain, atau di tetaskan dengan mesin penetas. Dari segi bisnis sistem budidaya lebih bagus.

Kelemahan sistem budidaya, Jika pemleiharan dan managemen kandang, pakan yang salah maka ayampun  tidak akan produktif dan kita pasti rugi.

***

Kita sudah melihat kelebihan dan kekurangan dari kedua sistem beternak ayam kampung, Maka sistem budidaya lebih menjanjikan di banding dengan system umbaran  asalakan perhatian pada kandang yang sesuai dan pemberian pakan yang baik, pengetahuan akan managemen pemeliharaan juga turut menentukan berhasil atau tidaknya kita dalam beternak ayam kampung.

Dewasa ini permintaan terhadap ayam kampung semakin besar, Ayam kampung memiliki daging yang lebih kenyal, lebih renyah, lebih gurih, lebih sehat di bandingkan dengan ayam broiler, mungkin karena pemberian obatan-obatan kimia yang tidak banyak. Selain itu harga ayam kampung relative lebih tinggi.

Maka untuk menjadikan ternak ayam kampung sebagai peluang usaha yang menjanjikan di pedesaan  berikut tips untuk menjalankannya.

Baca juga : Peluang Usaha di Kampung / di Desa Yang Mudah Untuk di Jalankan

 

          1.Peluang Usaha Ternak Ayam Kampung Dengan Memilih yang bibit berkualitas

Bibit ayam kampung atau biasa disebut dengan DOC, dapat diperoleh dengan 3 cara yaitu-

  1. membeli langsung bibit DOC kepada peternak besar yang biasamnya menyediakan Bibit DOC.

  2. membeli telur tetas kemudian di tetaskan sendiri, dapat menggunakan mesin atau di eramkan

  3. membeli indukan ayam kampung yang siap bertelur.

Ketiganya memiliki kelemahan dan kelebihan, ini semua tergantung dari peternaknya, dia mau mempercepat hasilnya, pilihlah beli DOC, atau dia tidak mau mengeluarkan biaya yang banyak, maka pilihlah poin 2 dan 3.

Berikut Tanda-tanda Bibit Ayam Yang baik.

  • Posisi berdiri tegap,

  • tidak cacat, ‘

  • Mata bersinar terang,

  • Pusar terserap sempurna,

  • Bulu bersih dan lembut,

  • umur menetas tidak cepat dan tidak lambat, idealnya 21 hari.

Hal ini perlu di perhatikan dalam pemilihan bibit karena 40% keberhasilan ternak ayam kampung itu ada pada kondisi dan kualitas bibit.

              2. Pakan

Pemberian pakan ayam kampung tidak serumit dengan beternak ayam Broiler dan ayam petelur, Pakan ayam kampung dapat berupa sisa-sisa dapur, Mie-mie BS, Roti BS, DLL

Yang perlu diperhatikan pada pemberian pakan ini adalah terpenuhinya Protein Kasar (PK) pada ayam kampung sebesar 12% dan energy Metabolisme (EM) sebesar 2500 kkal/kg. dan itu dapat diperoleh dari Konsentrat, Dedak, tepung ikan, dan jagung

Untuk menyiasati beban biaya yang banyak maka ke empat jenis pakan itu dapat kita campur.

Berikut simulasi pemberian pakan ayam kampung.

  • Pakan untuk ayam umur 0-2 bulan bisa menggunakan pakan ayam broiler. Untuk umur ayam 2-4 bulan bisa diberikan pakan broiler dicampur dengan dedak dan jagung dengan perbandingan 1:3:1.
  • Untuk ayam dengan umur di atas 4 bulan, bisa diberikan campuran antara layer dan dedak atau jagung dengan perbandingan 1:2. Berikan pula hijauan sebanyak 20 % dari kebutuhan pakannya. Kebutuhan pakan sekitar 7-8 gram per hari, bisa diberikan 2-3 kali sehari.
  • Untuk ayam yang masuk periode bertelur, biasanya umur lebih dari 6 bulan, berikan pakan berupa campuran dari layer dan dedak dengan perbandingan 1:1. Dan tambahkan hijauan sebanyak 25% dari kebutuhan pakannya. Kebutuhan pakan untuk periode ini 85 gram per hari, bisa diberikan 2-3 kali sehari.
  • Bila tidak mau membeli pakan pabrikan, bisa dibuatkan pakan dari sumber alternatif. Berikut bahan-bahan yang bisa dijadikan pakan untuk ternak ayam kampung: talas (umbi dan daunnya), beras paling murah, dedak, tepung tulang atau cangkang keong. Cara membuatnya lihat tips di bawah.
  • Sebagai pakan tambahan bisa dicarikan sisa-sisa makanan rumah tangga atau restoran atau sisa pengolahan pangan seperti ampas tahu.
  • Pekarangan yang dibiarkan dan dirawat agar tumbuh hijauan juga membantu menyediakan pakan tambahan bagi ayam kampung

            3. Perkandangan

Kandang yang baik juga memberi kontrubusi bagi ternak ayam kampung. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan kandang.

  1. Lokasi kandang tidak lembab
  2. Jarak kandang dengan pemukiman minimal 8 meter
  3. Sinar matahari pagi dapat langsung menuju kekandang
  4. Sebaiknya posisi kandang tidak terlalu terik, ada bangunan pagar yang tinggi supaya angin tidak berhembus langsung kekendang.
  5. Di lakukan pembersihan secara berkala, misalnya 1 bulan 1 kali, dengan menggunkan desinfektan, yang utama dalam pemilihan desinfektan adalah tidak membahayakan kehidupan ternak sendiri, Dapat di beli di toko-toko yang menjual pakan ayam. Ukuran kandang, tidak ada aturan yang baku mengenai luas kandang, yang perlu diperhatikan daya tamping kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45-55 ekor DOC ayam kampung sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai dengan bertambahnya umur ayam. Bentuk kandang yang dianjurkan adalah bentuk postal dengan lantai yang dilapisi litter yang terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji dan kapur setebal ± 15 cm. Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng atau asbes.
  1. Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam dua fase yaitu fase starter (umur 1-4 minggu) dan fase finisher (umur 5-8 minggu). Pada fase starter biasanya digunakan kandang bok (dengan pemanas) bisa bok khusus atau juga kandang postal yang diberi pagar. Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar antara 30-32°C. Pada fase finisher digunakan kandang ren atau postal seperti model pemeliharaan ayam broiler.

Cara beternak ayam kampung, selain diperlukan managemen pemeliharaan yang baik, pengenalan terhadap jenis-jenis penyakit ayam kampung dan cara mengatasinya juga sangat perlu diketahui oleh seorang peternak ayam kampung agar dapat menghasilkan keuntungan yang banyak.

One thought on “Peluang Usaha Ternak Ayam Kampung di Pedesaan Untung Melimpah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *