Hukum Join Menjadi Agen Brilink Dalam Pandangan Islam

Agen brilink merupakan salah satu perantara yang telah di pilih oleh BRI guna memberikan kemudahan bagi masyarakat pelosok untuk bisa menggunakan layanan perbankan.

hukum agen brilink dalam islam

Kehadiran agen brilink di sambut positif, pasalnya seseorang tidak perlu lagi datang kekantor BRI ngantri hanya untuk bayar tagihan atau untuk melakukan transfer. Bukan itu saja, seseorang bisa beli pulsa listrik, pulsa hp, dan semua layanan PPOB telah terintegrasi pada agen brilink.

Pada kesempatan ini, bisnisonlineusaharumahan.com tidak ingin memaparkan cara jadi agen brilink. Namun ingin mengulas hukum agen brilink dalam pandangan Islam. Pasalnya saat ini, gemuruh bekerja atau menjadi nasabah pinjaman bank itu di kategorikan riba. Walaupun perdebatan mengenai riba ini sudah berlangsung cukup lama. Coba lihat pandangan Prof. Quraish Shihab mengenai riba dalam islam.

Sebelum lanjut pada topik bahasan, terlebih dulu perlu di ketahui apa itu agen ? dan apa itu BRILINk ?

Agen Adalah

Menurut Sudarsono dalam bukunya “Kamus Ekonomi Uang Dan Bank” agen adalah (wakil, perantara), suatu pihak yang bertindak sebagai perantara dalam transaksi jual-beli suatu produk dengan imbalan komisi sebesar persentase tertentu dari total hasil penjualannya.

Menurut Abdul Rasyid Saliman jasa keagenan adalah usaha jasa perantara untukmelakukan suatu transaksi bisnis tertentu yang menghubungkan produsen di satu pihak dan konsumen di lain pihak.

Dari kedua pengertian pakar di atas, maka mungkin dapat di tarik kesimpulan bahwa agen merupakan wakil yang di tunjuk atau tidak dari sebuah lembaga atau persereoan bisnis untuk melakukan transaksi jual beli atau jasa dan bertindak atas nama perusahaan atau produsen dengan komisi yang telah di sepakati.

Brilink Adalah ?

Jika kalian telah membaca artikel di bawah ini :

Kalian akan bisa memahami apa itu brilink. Kalau di simpulkan Brilink adalah salah satu program atau produk dari Bank Rakyat Indonesia berupa kerjasama antara BRI dengan Nasabah, di mana nasabah yang di angkat jadi agen dapat melakukan transaksi perbankan dengan sistem sharing fee atau bagi hasil.

Hukum menjadi agen brilink

Yang menjadikan orang mempertanyakan atau meragukan status hukum dari agen brilink adalah jangan sampai aktivitas dari brilink tersebut tergolong atau termasuk dengan riba.

Baca dulu : apa itu riba ?

Batasan riba seperti yang di utarakan oleh sahabat Fudholah Bin Ubaid dalam hadits riwayat by Haqy mengatakan bahwa “semua hutang yang memberi manfaat kembali kepada pemberi hutang. Tambahan atau manfaat ini statusnya sebagai riba”. Oleh sebab itu, tidak semua kelebihan dapat di sebut sebagai riba.

Tambahan atau fee yang di dapatkan dari transaksi jual beli bukan dalam status hutang itu sifatnya sebagai ujroh, dan itu boleh saja dan halal.

Nah kalau di kaitkan dengan topik kita, mengenai hukum brilink. Dapat di tarik kesimpulan bahwa dalam kegiatan brilink seperti transfer, beli pulsa, bayar listrik itu sifatnya ujroh / upah, bukan termasuk riba. Allahu A’lam

Untuk lebih meyakinkan silahkan simak penjelasan dari Ustad Ammi Nur Baits di bawah ini !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.