Bekasi Kekurangan Lahan untuk Perumahan

Bekasi Kekurangan Lahan untuk Perumahan

Setelah Jakarta dipenuhi dengan perumahan, kini pencari rumah mulai melirik kawasan satelit Jakarta, contohnya seperti Bekasi, kawasan ini dinilai cukup potensial sebagai tempat hunian yang memadai serta investasi. 

Bekasi mulai dilirik oleh calon pembeli rumah, ketika kawasan ini mulai banyak membangun sarana infrastruktur serta perumahan dengan tawaran harga yang beragam, sehingga dapat dijadikan solusi untuk mendapatkan hunian dengan harga yang menarik.       

Berdasarkan data portal properti Lamudi.co.id, kota Bekasi saat ini menjadi kota kedua favorit pencarian rumah, setiap bulannya rata-rata ada sekitar 2.100 yang berminat untuk membeli rumah di sana. Harga rata-rata rumah di sana mencapai Rp 9.100.000 per meter persegi. Mayoritas pencarian rumah dijual di Bekasi, berusia 25 tahun hingga 34 tahun dan umur 18 tahun hingga 24 tahun dengan harga di bawah Rp 500 jutaan.   

Namun sayangnya, karena masifnya pembangunan rumah dijual di Bekasi akhirnya membuat lahan perumahan di sana semakin menipis. Menurut Koswara Hanafi Kepala Dinas Tata Kota (Distakot) Pemerintah Kota Bekasi, Pemkot Bekasi telah menyediakan lahan 9500 hektar tanah untuk pembangunan rumah dan saat ini hanya tersisa 1.700 hektar.     

“Saat ini lahan semakin menipis, untuk itu maka kami telah mendorong pengembang untuk mau membangun hunian vertikal di Bekasi,” ujar Koswara. 

Menurut Koswara, apartemen saat ini menjadi solusi yang menarik untuk warga yang ingin tinggal di Bekasi. Apalagi saat ini permintaan untuk membeli rumah dijual di Bekasi setiap tahunnya terus meningkat hampir 25%.          

“Kalau hunian vertikal itu kan memiliki daya tampung yang banyak, dan tidak memakan lahan yang luas jadi sangat cocok di bangun di Bekasi,” kata Koswara     

Koswara mengatakan, sekarang di Bekasi ada sekitar 30-an proyek apartemen yang sedang digarap, baik dalam status pembangunan atau ready stock, dari puluhan apartemen tersebut, mayoritas diperuntukkan untuk kelas menengah dan di bangun Jalan Ahmad Yani dan Jalan Cut Meutia, Bekasi. 

Sementara Menurut Anton Sitorus, Director Head of Research & Consultancy Savills, selain Bogor, Depok  dan Tangerang, alasan Bekasi menjadi wilayah populer untuk mencari rumah karena selain lebih murah, wilayah ini dibilang cukup strategis karena lokasinya berdekatan dengan ibukota Jakarta. 

“Lokasi Bekasi sangatlah strategis karena wilayah ini menjadi penghubung antara Jakarta dan kawasan industri Cikarang,” ujar Anton. 

Tidak hanya itu, Bekasi pun saat ini diuntungkan dengan banyak pembangunan infrastruktur, seperti transportasi massal LRT (Light Rapid Transit) dan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kamung Melayu). Bahkan saat ini tercatat ada sekitar 10 pintu tol yang dapat dilalui untuk menuju Bekasi, seperti tol Pondok Gede, Jatibening, Kalimalang, Bintara, Bekasi Barat, Bekasi Timur, tambun, Cibitung, Cikarang dan Pasar Ranji. 

“Dengan segala kelebihan tersebut, makanya tak heran saat ini banyak pengembang besar seperti Damai Putra Group, Sinar Mas Land , Summarecon yang membangun proyek properti di Bekasi,” kata Anton.     

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.