Belajar Dasar-Dasar Analisa Teknikal Saham Bagi Pemula

Analisa teknikal Saham – Pada postingan sebelumnya bisnisonlineusaharumahan.com telah mengulas analisa fundamental saham. Jadi bagi pemula yang baru terjun di dunia investasi saham, mendapatkan pengetahuan mengenai analisa saham wajib hukumnya. Karena trading saham bukan main tebak-tebakan. Tetapi di perlukan analisa dan prediksi mantap dan terukur. Mengapa ? karena pergerakan naik turunnya harga saham itu di picu oleh banyaknya faktor dari luar.

Ada 2 Analisa saham yaitu analisa fundamental serta analisa teknikal. Jika analisa fundamental bertujuan mengetahui perusahaan mana yang baik yang akan di pilih untuk berinvestasi. Sedangkan analisa teknikal adalah mengetahui kapan waktu yang baik untuk membeli saham sebuah perusahaan serta kapan akan keluar.

Oleh sebab itu, kedua analisa ini tidak dapat di pisahkan. Kita harus memiliki pemahaman mendasar. Meski tidak semuanya perlu di ulas di sini. Karena bagi kita yang baru belajar mengenai trading saham, tentu akan jenuh jika langsung di sajikan istilah-istilah yang rumit. Penjelasan mengenai analisa teknikal ini akan di paparkan sesederhana mungkin agar bisa di pahami dengan baik. Dan satu hal yang perlu di perhatikan bahwa, di dalam saham juga analisa yang terlampau mendalam bisa jadi overproducktif. Yang mana kita tidak profit akan analisa tersebut tetapi malah salah analisa.

Ok langsung saja,

 

Apa Itu Analisa Teknikal Saham ?

Analisa teknikal saham adalah metode analisa berdasarkan pola-pola grafik yang kemungkinan turun atau naik berdasarkan dari sejarah pola itu sendiri.

Nah, untuk memahami pola berulang apakah harga naik atau turun itu orang biasanya menggunakan sebuah aplikasi seperti metatrader 4 dan chartnexus.

Sebab pola pola pergerakan harga, yang kemudian berindikasi pada pergerakan grafik itu erat kaitannya dengan iklim pasar masyarakat itu sendiri.

Misalnya saja, sudah menjadi kebiasaan di Indonesia dari Tahun ke tahun, bahwa tingkat arus mudik itu akan ramai pada bulan puasa khusunya menjelang lebaran. Maka pada saat ini, bisnis transportasi, mulai dari penjualan tiket pesawat, kereta api, mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Begitulah gambaran sederhana mengenai membaca pola grafik saham. Ada waktu di mana lonjakan harga saat itu naik.

Nah pertanyaannya kemudian, Bagaimana mengetahui waktu harga saham naik atau pun menurun seperti yang di jelaskan di atas ?

 

Setiap software memiliki menu MA atau Moving Average dan MACD ( Moving Average Convergence Divergence )

 

Moving Average,

Dapat di artikan sebagai harga rata-rata saham pada periode tertentu. Cara menentukan periode yang di gunakan untuk moving average itu sangat tergantung dari diri kita sendiri, apakah kita akan menarik periode waktu dalam rentan 1 bulan atau 1 minggu. Itu terserah dari diri investor atau trader itu. Namun menarik periode yang tidak ideal malah akan memunculkan angka rata-rata yang tidak sesuai. Jadi menentukan periode waktu yang ideal biasanya sampai dengan setengah tahun atau kurang lebih 26 minggu.

Periode 20-26 minggu adalah waktu ideal menentukan Moving average harga saham. Karena ia tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu pendek. Namun hal ini bukan aturan baku. Ini hanya acuan yang banyak di gunakan oleh trader-trader di Indonesia yang terbukti profit.

Berikut gambar pengaplikasian Moving Average, garis warna merah merupakan garis Moving average itu.

analisa teknikal saham pakai indikator Moving average

Keterangan :

Jika grafik candlesticknya semua berada di atas garis Moving average berarti harga saat itu mengalami kenaikan, begitupun sebaliknya ketika garis warna merah berada di atas berarti harga saham menurun

Dengan melihat grafik yang ada di atas, maka pertanyaan yang otomatis muncul di benak pemula yang belajar analisa teknikal saham adalah kapan waktu yang tepat untuk masuk dan beli saham. Begitupun sebaliknya kapan waktu yang tepat untuk keluar/menjual saham yang di miliki.

Waktu yang baik untuk beli saham pada analisa teknikal saham menggunakan indikator MA adalah saat grafik candlelistick memotong ke atas garis MA/garis merah. Serta saat yang baik untuk menjual saham saat grafik memotong ke bawah garis MA.

 

belajar menganalisa grafik candlelistick

 

MACD ( Moving Average Convergence Divergence )

Selain dari indikator MA, Indikator yang juga bisa di gunakan untuk analisa tekhnikal saham adalah MACD, fungsinya sama dengan Moving average, menarik rata-rata pergerakan grafik yang bertujuan kapan harus membeli saham serta kapan harus menjualnya.

Dalam analisa Moving Average Convergence Divergence kita juga di suruh melihat penyimpangan gerakan yang terjadi. Penyimpangan atau yang tidak biasa dalam grafik ada 2 yaitu:

 

analisa teknikal saham moving average convergence divergence
Source Image siembah.com
belajar analisa teknikal saham
source image siembah.com

Convergence

Yaitu di mana grafik semakin menurun dan indikator meninggi, biasanya saat konvergen terjadi maka grafik akan berubah menjadi naik.  Saat itu adalah waktu yang tepat untuk membeli saham.

Untuk melihat Entri poinnya di tandai dengan batang histogram lebih tinggi dari batang sebelumnya setelah terjadi Convergence

Divergence

Yaitu kebalikan dari convergence yaitu keadaan dimana grafik semakin meninggi namun indikator semakin merendah. Saat terjadi divergen market akan bergerak berlawanan arah menjadi turun . Entry pointnya adalah ketika batang histogram lebih rendah dari sebelumnya setelah terjadi divergen, maka itu adalah saat yang tepat untuk menjual karena biasanya harga akan terjun bebas.

Stochastic

Bisa di artikan sebagai, indikator untuk melihat posisi dimana harga akan turun ketika memasuki area overbought. Dan indikasi harga akan naik ketika grafik memasuki area oversold.

Apa itu area overbought ?

Yaitu, ketika grafik berada di area lebih dari 80%, saat grafik berada di sini kita bisa bersiap-siap untuk menjual saham, karena sebentar lagi harga akan turun,

Apa itu area oversold ?

Yaitu, ketika grafik berada di bawah 20%, kita perlu bersiap-siap membeli saham karena kondisi ini harga akan bergerak naik setelah berada di area oversold

 

Demikianlah ulasan belajar analisa teknikal saham bagi pemula, yang di sampaikan dengan bahasa lugas dengan pengertian yang mudah di mengerti. Seperti yang kita ketahui adalah, sebuah analisa tidak ada jaminan ketepatan 100%. Namun jika tanpa analisa bisa di pastikan kita akan buntung di trading saham, apalagi jika kita akan menjadikannya trading dalam rentan waktu yang lama. Karena di bisnis ini tidak ada tebak-tebakan. Semuanya memerlukan analisa yang logis dan masuk akal. Walaupun pergerakan pasar terkadang tidak rasional. Oleh sebab itu untuk melengkapi analisa teknikal saham tetap di butuhkan analisa fundamental sebagai 2 bagian yang tidak dapat di pisahkan. Selanjutnya silahkan baca Cara download, install, dan pasang indikator analisa tekhnikal di MetaTrader4

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.